Powered by Blogger.

Pondok dan Halaman Tempat Bercerita :)

-Khairiah_p- Virtual Home

Last scene Film The Wedding Singer nya Adam sandler....

Sudah , hentikanlah ..
Jangan  bicara lagi  walau  dengan sepatah kata
Jangan mendekat lagi lebih dari ini
Hadirmu saja sudah membuatku gila belakangan ini
Entah apa yang akan terjadi  jika wangimu tertangkap indraku

Sudah jangan bicara lagi
Jangan bicara seolah kau tau isi otakku
Jangan merayu seolah kau memahami isi hatiku
Dan jangan coba mengerti aku  
karena aku pun tak mengerti apa yang harus kulakukan dengan keterasinganku ini

Sudahlah 
Jangan bilang cinta padaku
Jangan pula sentuh aku dengan rasa sayangmu
Dan jangan dekap aku dengan  mata indahmu
Karena kau jelas jelas tak tahu,
betapa gelap isi otakku tentangmu sekarang 
Setelah aku tercabik luka olehmu
Kau tak kan berhasil sepenuhnya mengembalikan senyumku 

Jangan minta aku untuk bilang sayang lagi padamu 
Jangan paksa aku untuk memberikan perhatian yang sama
Aku tidak tahu lagi caranya , bagaimana mencintai
Aku tak tahu lagi  caranya menyayangi

 
Sudahlah ...
Duduk saja di sini
Rasakan Luka dalam diamku
Biarkan sakitnya juga  rasuki pori2mu

 
Sudahlah ..
Jangan lagi mendesakku
Kalau kau cintaiku, kau pasti bisa lihat di dalam mataku
Kalau kau percaya padaku, kau pasti rasakan setiaku
Dan jika kau tulus kau pasti bisa memahami kesungguhanku

Aku tak menjanjikan ini akan mudah
Dan tak mungkin juga akan selalu indah
Tapi jika kau yakin padaku
Aku hanya ingin menjadi tua bersamaku ..



* Jalan ceritanya mengingatkan kisah cinta  Bella dan  Edward Cullen ..
Juga aRoma Hutan Forks yang Hijau dan Dingin ..
^_^
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kedua lelaki itu berjalan tergesa. Yang satu terlihat tetap tenang, yang lainnya sangat gelisah, khawatir terhadap keselamatan sahabatnya itu, yang sedang diburu, hidup atau mati. Ketika gelap mulai menyelimuti bumi, mereka sampai di kaki sebuah bukit.


Keangkuhan bukit itu bahkan tetap tampak dalam gulita. Keduanya terus menapak, menanjak dalam sunyi, dan berhenti di mulut sebuah gua.

“Aku periksa dulu ke dalam ya,” kata lelaki yang khawatir itu. Gua itu memang dikenal dihuni aneka ular berbisa. Tapi mereka harus bermalam di sana, biar terlindung, baik dari cuaca maupun musuh yang siap memangsa.

Dalam kegelapan, ia menerobos sembari membersihkan jalan dari semak perdu yang merintang. Berikutnya dia dihadang oleh tumpukan batu. Merasa tidak bisa membedakan antara batu atau ular yang sedang menunggu mangsa, ia menyobek pakaiannya, sekadar melindungi tangannya ketika memindahkan batu-batu itu satu per satu.
Hampir seluruh pakaiannya telah tersobek. Ia sudah nyaris telanjang, tapi masih ada sebongkah batu yang belum dipindahkan. Tak ada pilihan lain, setengah takut, ia menyepak penghalang terakhir itu.

Kali ini, ia tak seberuntung sebelumnya. Ia terpatuk, darah menetes, bisa perlahan mulai menyebar ke seluruh nadinya. Tapi ia mengabaikannya.

“Sudah bersih, masuklah …”

Sahabatnya masuk. Ia begitu kelelahan akibat perjalanan panjang tadi, dan jatuh tertidur, lelap di pangkuan sang sahabat yang baru saja tersengat reptil berbisa itu.

Malam melarut, bisa itu pun makin merasuk, terasa menerobos ulu hati. Ia bertahan, tak ingin tidur sahabatnya sampai terganggu. Tapi selaku manusia, kemampuannya terbatas. Menjelang pagi, rintihan mulai tak tertahan ke luar dari mulutnya, tubuhnya yang tak lagi sempurna terbungkus busana menggigil makin kuat, dan air mata menahankan rasa sakit itu menetes makin deras.

Lelaki itu terbangun dari lelapnya. “Mengapa engkau menangis, tubuhmu juga menggigil. Ada apa?”
“Aku digigit ular,” rintihnya.
“Mengapa tak bilang dari tadi?”
“Aku takut mengganggu tidurmu.”

Lelaki yang digigit ular itu bernama Abu Bakar Shiddiq, dan yang tidur di pangkuannya itu, sahabat terdekatnya, Nabi Muhammad SAW. 

Sahabat : " Hiduplah di sana, bagi tawamu dengan siapa saja. Tangismu biar untukku.. "

" Abu Bakar tidak perlu mengirimkan kartu ucapan setiap hari kepada Muhammad, berisi ungkapan betapa dia mencintai dan peduli padanya. Tapi di kegelapan gua itu, cinta itu hadir, mewujud, menyentuh langsung ke jiwa"
*****
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Pergilah Seperti Uap, Karena Kutau, 

Kau Akan Kembali Sebagai Hujan

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Aku tahu ini bakal berat dan butuh perjuangan keras. Aku gak pengen suatu saat di masa datang Aku  nyesel gak ngelakuin jalan ini...naif ?… Kalopun jalan yg Aku pilih ini gagal, setidaknya Aku  telah nyoba ngelakuin. Aku gak nyesel gagal karena telah mencoba. Aku lebih nyesel kalo Aku gak pernah nyoba….Aku gak boleh ngeluh lagi. Seberat apapun, sekeras apapun, ini semua adalah proses..ada harga yang harus dibayar....
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Saya memang harus berlaku Adil , begitu pesan ibu saya:

" Mengapa yang lain diberikan kesempatan ??? , dan yang lain tidak , Hati memang rahasia Allah nak  , maka belajarlah untuk mencoba , maka belajarlah untuk menumbuhkan rasa sayang itu , Karna rasa itu memang harus diupayakan "

" Iya bu , ibu benar , saya mau mencoba ,,,"

Seminggu yang lalu kalimat itu menjadi penguat hati saya , Hari ini saya kembali menantikan kalimat tenang ibu , Sungguh  rasa sesak itu menghantui saya , saya mau bilang pada ibu  " Bu,  saya sesak , saya Kalah bu , saya Tak bisa mencoba lagi " 
Saya ingin mengaduh pada ibu , saya ingin meringankan hati saya, saya takut sekali menyakiti orang lain , tak apa orang menyakiti saya , tapi saya tak mau menyakiti orang lain, kali ini sesaknya beda bu , saya tak sanggup membohongi diri saya dan hati saya bu , saya tak sanggup ,,
Ternyata saya " tak mampu mengupayakan apapun " ternyata memang " Rasa " itu tak bisa tumbuh bu, walau saya sudah berusaha semampu saya ..
ternyata saya memang " Tidak bisa" bu .

Allah , Pada Mu saya  mengadu , hindarkan saya berbuat aniaya pada orang lain , hindarkan saya untuk menyakiti orang Lain , hindarkan saya membuat orang lain " Dendam " pada saya Ya Rabb ..
saya tahu Ya Rabb , semua ini datang dari Engkau , Maka berikan saya Jalan keluar yang Terbaik menurut Engkau juga Ya Allah ,,,

Amin .. 

* sesak ...

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"  SESAK BANGET ... "

MASYA ALLAH ... APA INI ...

LINDUNGI AKU YA ALLAH ... 

Aku butuh ibu,,,

Aku butuh ibu ,,,

Butuh kalimat tenang ibu ...

T_T
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Entah berapa kali malam kuhabiskan seperti ini
menghitung bulir embun yang terbentuk di pucuk-pucuk
tiap daun, tiap dahan pekarangan kusam berwarna lukisan

lalu kucari diriku sendiri dalam sunyi paling puisi
tempat, yang entah bagaimana, selalu kutemukan namamu,
matamu dan lubang selebar bulan yang pernah kautinggalkan di jantungku

aku suka akan cara malam mengajariku mencintai
sama halnya puisi mengajariku cara melupakan
cinta adalah hitam yang malam sekarang , bukan biru,  bukan putih,
bukan ungu, bukan merah jambu

entah berapa kali malam kuhabiskan seperti ini
pada jalan beraspal, bukan berbatu
lampu-lampu di pucuk tiang padam satu-satu
aku berjalan sambil mengucap namamu
lalu mencintaimu, lalu berhenti
untuk kemudian melupakanmu..

Pandan , 12 April
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Seorang Isteri dan Ibu biasa biasa saja, Bekerja Sebagai Ibu Rumah Tangga dan Akuntan BUMN , Welcome to My Virtual Home :)

TIME

Ikuti Kami di Medsos Lain yah !

  • Apresiasi Sastra
  • Blog Puisi
  • dakwah Muslimah
  • facebook
  • Google+
  • instagram
  • My Facebook
  • pinterest
  • Tanya Jawab Masalah Islam
  • twitter
  • youtube

Categories

  • Cerita Kehamilan
  • Cerita Keluarga
  • FIKSI
  • Menuju Jalan Menyetia
  • TAMBAHKAN CINTA

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • November 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • December 2013 (1)
  • May 2013 (5)
  • April 2013 (1)
  • March 2013 (2)
  • December 2012 (2)
  • October 2012 (2)
  • September 2012 (2)
  • July 2012 (1)
  • April 2012 (1)
  • February 2012 (1)
  • December 2011 (1)
  • November 2011 (7)
  • October 2011 (1)
  • September 2011 (1)
  • August 2011 (1)
  • July 2011 (7)
  • April 2011 (1)
  • March 2011 (1)
  • February 2011 (1)
  • January 2011 (1)
  • December 2010 (3)
  • November 2010 (3)
  • October 2010 (3)
  • September 2010 (4)
  • August 2010 (13)
  • July 2010 (12)
  • June 2010 (24)
  • May 2010 (26)
  • April 2010 (32)
  • March 2010 (19)
  • February 2010 (7)
  • January 2010 (1)
  • December 2009 (3)
  • November 2009 (3)
  • July 2009 (1)
  • April 2009 (3)
  • March 2009 (20)
  • February 2009 (2)
  • January 2009 (1)
  • December 2008 (5)
  • November 2008 (11)
  • March 2008 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates