Powered by Blogger.

Pondok dan Halaman Tempat Bercerita :)

-Khairiah_p- Virtual Home


Semua orang, siapa pun itu, pasti punya masalahnya sendiri saya ? tentu saja .
Semua manusia punya ketakutannya masing-masing.
Takut mati, takut gagal, takut menghadapi hidup dan segala persoalan kehidupan.
Saya  juga hidup dengan masalah saya .
Dan kadang saya benci kalau orang menggambarkan –atau membayangkan– saya sebagai perempuan sabar, 
Kata siapa? Kata siapa saya sabar dan tegar ? Siapa bilang saya kuat?
Saya, di luar yang terlihat atau berusaha saya perlihatkan ke permukaan, tetaplah perempuan dan manusia biasa.
saya seorang wanita hampir 22 tahun yang sakit ,
saya menderita endometriosis, penyakit yang ditakuti banyak wanita.
kadang perut saya kebas berlebihan, terutama saat saya sedang menstruasi.
Ada saat-saat saya jatuh jumpalitan terguling-guling karena masalah keluarga saya ,
konflik konflik kecil dengan orang tua, saudara, teman, sahabat, rekan kerja bahkan pacar.
ada kalanya saya merasa sendirian sekali  dan takut pada banyak hal.
Dan tanpa saya sadari, kadang ketakutan-ketakutan itu sedemikian hebatnya sampai-sampai saya lupa satu hal: bahwa Tuhan, sang Maha Segalanya
Dia ada. Dekat, sangat dekat, lebih dekat bahkan dari batang leher saya.
Tuhan menjaga supaya jantung saya tetap berdenyut hingga hari itu tiba, saat
Dia memanggil saya pulang.



Semua yang saya alami beberapa bulan belakangan ini membawa saya kepada satu pemahaman baru. Hal mendasar yang seharusnya saya mengerti sejak dulu, yaitu bahwa semua ketakutan saya sama sekali tidak beralasan. Malu rasanya kalau masih saja mengeluhkan ini itu padahal kalau mau menghitung-hitung, bahkan kalkulator paling canggih pun tidak akan mampu menerjemahkan apa saja yang telah Tuhan berikan kepada saya hingga hari ini.
saya masih memiliki orang tua yang lengkap, mengingatkan ini dan itu dengan bawel ketika saya lupa akan diri saya.
masih ada adik adik yang selalu kangen saya,
masih memiliki dia (pacar saya) yang masih tetap memanggil  "dek" , "sayang," walaupun saya sedang setengah pingsan kesakitan karena penyakit ini, memegang tangan dingin saya,  selalu meminta maaf, padahal saya pun kadang tidak mengerti dimana letak kekesalan saya padanya , yang selalu bilang "jangan lah mada (nakal) dek sama pantangan, biar cepat sembuh"
ahh .. saya mau meleleh kalo dia terlalu mengkhawatirkan saya seperti itu :)

Menyaksikan Tuhan memoles hidup saya dengan orang2 indah seperti itu, rasanya tak cukup kalau saya katakan bahwa saya takjub. Saya bersyukur , sungguh ...


Share
Tweet
Pin
Share
8 komentar
Byar,
sekali ini saya benar benar serasa dihantam batu di kepala,
Linglung dan merasa bersalah
apa yang saya telah mulai,
sudah terjalin beberapa langkah
dan sekarang saya merasa salah arah
saya ingin temukan jalan pulang, kalo tidak saya berharap ada yang menjemput saya dititik ini
menguatkan saya untuk berkata tidak,
menyerukan dengan lantang bukan kamu, bukan kamu tujuan saya
bukan kamu yang saya cari selama ini,
bukan kamu yang saya harapkan sebagai penunjuk arah saya dijalan itu
bukan kamu yang saya butuhkan
karena nyayatanya kekosongan itu sudah terasa diawal
maaf saya membohongi kamu
membiarkan kamu merasai saya melalui laku dan ucapan
saya bohong, sungguh
saya bohong menyayangi kamu
nyatanya saya sedang tidak merasa apa apa

katakanlah saya jahat
itu tidak penting, saya hanya ingin hidup yang semau saya
saya hanya ingin menentramkan hati saya
saya hanya ingin meyakinkan diri saya saat itu
bukan kamu yang saya cari
bukan kamu teduh yang saya harapkan dipukul satu pagi itu
bukan kamu
karna ini yang harus kamu tahu,
saya merasa ada dan tiada kamu sama
sama kosongnya, sama tidak berasanya.


Maaf atas kelancangan saya ini
kelancangan saya menyakiti kamu,
tapi kamu sepatutnya perlu tahu
saya bukan yang kamu ingini itu
saya ulangi, kamu berhak tahu ini 
Bagaimana bisa saya kamu jadikan the only one  itu
jika sepanjang malam neuron neuron saya dipenuhi dia,
saya  bahkan lihat nama dia seolah menggantikan tulisan SPBU
yang beberapa puluh meter tepat berada di hadapan kita
seperti menggantung di langit malam.
Disitulah saya , memikirkan dia dengan kamu
ada di samping saya berusaha  menyatakan perasaanmu

Ini memang gila,
Mohon maafkan saya
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar














C     CANTIKANLAH
H     HATINYA
I      INDAHKANLAH
W    WAJAHNYA , SERTA
A     AKHLAQNYA


Kamu punya panggilan kesayangan ??
saya punya , dan itu selalu saya panggil bagi bayi bayi yang baru lahir , " Chiw" atau " Chiwa" saya benar benar menyukai penyebutan katanya , gampang , ringan , asyik dan manja , saya suka sekali memanggil apapun yang saya sayangi dengan chiwa , atau chiw chiw
dan cukup saya yang tahu , dibalik panggilan itu saya melafadzkan doa sebenarnya , supaya mereka yang saya sayangi itu selalu seperti yang tergambar dalam panggilan kesayangan saya .
dan untuk kamu chiw chiw , dan chiwa chiwa saya :)
semoga senantiasa dalam doa saya ketika saya memanggilmu .. Amin 
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
 
 
Pagi itu selalu seperti yang kuharapkan.
apa pun warnanya, ia mampu menghangatkan setiap jiwa
juga jiwa sepiku.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

Kenapa kamu?
sama halnya, kenapa harus terasanya terhadap aku , ada di aku?
 Mungkin begini rasanya ketika langit bertemu awan.
 ketika ombak bertemu laut.
 ketika aku bertemu kamu.
 rasanya lengkap.
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar



Menunggumu adalah
tanah yang tabah menadah deras hujan.
Setia mendaraskan puisi dengan senyuman.
Meneteskan basah di samarsamar tangisan.
Sebab hanya dengan puisi aku dapat menemuimu dalam ketiadaan. 
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Dua puluh satu tahun itu  seperti kehidupan yang baru saja dimulai
hitungan nya dimulai dengan detik yang bergeser dengan lamban dan tersengal
dengan nafas yang baru terasa untuk dijalani , dengan nyawa yang masih membayang belum kokoh
beberapa kali tubuh ini  tersengat matahari dan siraman hujan yang menjadi jadi.
rasanya masih seperti kehidupan baru lahir

Dua puluh satu tahun  adalah beberapa jalanan yang belum tercapai,
harapan harapan yang masih saja tercatat di list takdir ,
sebagian baru saja berjalan dan yang sudah tercoret tanda telah dikerjakan masih sedikit sekali 
jarum timbangan perbuatan diri  yang meluncur indah ke kanan, sebagian besar masih saja kekiri
dan kebingungan mengambil keputusan masih menghinggapi , karna rasanya memang seperti itu
seperti kehidupan baru saja dimulai

Dua puluh  satu tahun itu  berisi pencarian hati yang belum terselesaikan,
masih disinggasananya  sebuah pertanyaan " kapan "



Dua puluh  satu tahun  meliputi nafas yang tersengal,
tawa yang tergelak, tangis yang terisak
dalam ruangan yang hampir penuh dengan barang barang Orang orang
beberapa diantaranya terlukis indah , dan sebagian hitam buram kemerahan

Dua puluh satu tahun bagi seorang khairiah  adalah menghadapi kenyataan
bahwa beberapa hal yang sangat kita takutkan bisa saja menjadi kenyataan.
Beberapa mimpi yang sangat diingini mungkin tidak akan pernah terjadi.
dan dua puluh satu tahun yang selalu menjadi penguat perjalanan adalah 
"mensyukuri"


Khairiah Panggabean , 10 Agustus 2011
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bintang malam katakan padanya ,
aku ingin melukis sinarmu dihatinya
Embun pagi katakan  padanya ,
biar kudekap erat waktu dingin melengguhnya
(kerispatih – lagu rindu )

Saya suka petikan lagu ini , selalu ,
saya suka musiknya yang harmonis , dan suara Sammy yang romantis 
dan syairnya yang sederhana , dan liriknya yang mudah , dan temponya yang asyik ..
seperti cinta , seperti dia  #tsahh :D

Saya ingin katakan ,  waktu lagu ini sedang saya dengarkan , dikepala saya sedang ada seseorang yang menjejali , etah apa yang dia lakukan , malam ini dia masuk dalam kepala saya , bahkan saya sedikit butuh lagu seperti diatas untuk menikmati sensasinya yang berjejalan sepertinya tetap disitu dari tadi pagi.


Pokoknya hari ini entah mengapa , saya tahu dia baik , saya tahu dia manis ,baik , dan manis ..
ahh.. cukup, saya harus menikmati lagunya dulu , nanti dia keburu pergi dari kepala saya ..

#bersambung
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Setelah kuantarkan anakku pulang kerumah , aku pun mulai berdandan sedikit , seperti biasa yo , aku selalu deg degan hebat untuk bertemu denganku , " Sialan !!!", aku memaki diriku sendiri , wanita umur 42 tahun yang jatuh cinta pada Yondra Halim Gusthaf . pria 23 Tahun.

3 jam berlalu ,  kita berbincang panjang tak ingat lagi pertengkaran hebat 2 hari yang lalu  yang jelas malam itu aku begitu merindukanmu dan setengah sadar aku telah berada di hotel bintang 3 tak begitu jauh dari oriental restaurant tempat kita bertemu tadi sore

Hujan aku rasa masih deras diluar  Tapi entahlah, sepertinya memang hujan, atau cuma gerimis, , aku tak benar-benar tau. Tak peduli. Aku lebih suka bergelung di balik selimut, melindungi kulitku yang telanjang dari serbuan udara dingin AC kamar hotel ini , meringkuk mencari kehangatan dalam pelukanmu yang nyaman sambil diam-diam menghitung dalam hati berapa menit lagi waktu tersisa sebelum malam jatuh dan memaksaku pulang. Telepon genggamku berdering-dering sejak tadi, dan kita pura-pura tak mendengar, membiarkan deringnya berhenti setelah beberapa kali tak mendapat jawaban.
“Siapa?”

“Gak tau, biarin aja.”

Dan kamu tersenyum, mencium lembut puncak kepalaku, membelai pipiku kemudian di bawah selimut tanganmu yang lain kembali menjelajah nakal, tak peduli protes pura-pura dan omelanku.

“Sayang…”
“Ya?”
“Aku gak pengen pulang”
“Kalo gitu gak usah pulang. Di sini aja. Berani?”

Pertanyaan yang kita sudah tau jawabannya. Pertanyaan yang membuatku menyembunyikan tangis dan berpura-pura sibuk mencari pakaian dalam yang terberai entah kemana, membiarkanmu menertawai serapahku. Tentu saja aku tak bisa tinggal. Aku harus pulang dan menyiapkan alasan paling masuk akal kemana saja aku pergi seharian.

“Baby..”
“Ya, sayang?”
“Inget gak, aku pernah bilang waktu itu. If loving you is wrong….”
“Then I don’t want to be right. Yang itu, kan? Iya, aku inget.”

Rasanya memang tak ada lagi yang harus kita ucapkan. Diamku, kebisuanmu telah menjelaskan semuanya. Kita jatuh cinta, dan akan memeliharanya sampai batas kesabaran kita. Dan kerelaan. Dan kebersediaan berkorban. Dan keinginan yang kuat untuk saling menunggu. 

Entah apa yang kita tunggu. Entah sampai kapan. Atau bagaimana kita akan melewati kesedihan di antara waktu-waktu di mana aku tak bisa menyentuhmu.

Kalau saja bisa…kalau saja kita punya kuasa menafikan sekian banyak perbedaan, melupakan kemungkinan bahwa semua mata akan memandang kita sebagai manusia-manusia aneh dan sakit jiwa karena jatuh cinta pada saat dan kepada orang yang sangat sangat sangat salah, aku ingin bersamamu malam ini, dan besok malam dan besok malamnya lagi. Aku bahkan rela meninggalkan rumah dan hidupku yang nyaman, terbang bertualang dan berjudi dengan hidup sekali lagi, bersamamu.

Malam ini rindu 2 hari yag membubung itu dibayar lunas ..
aku mencintaimu Yo .. sangat 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
dan Doa adalah mantra mantra ketenangan
Setidaknya begitu bagi saya , saya berdoa hari ini , tidak seperti biasanya , saya berdoa , lebih tepatnya membawakan doa bagi ibu ibu di arisan PI ( Persatuan Ibu ) PLN , semula bukan saya yang harusnya membawakan doa itu, tapi ibu Tarmizi , beliau yang biasanya selalu membawakan doa , tapi kali ini saya yang diminta : Saya pun mengatakan " BAIKLAH " saya tidak banyak protes , acara itu sudah terlalu lama , dan saya ingin segera mengakhirinya , karena belum melaksanakan sholat ashar 

Yang Indah adalah saya berdoa ala seorang " IStri dan ibu " mengingat status saya adalah seorang NONA .. hehe .. ini adalah pengalaman kali petama saya .. mengarang sendiri doa , ah .. Entahlah , anggap saja saya berlebihan , tapi doa itu benar benar indah tadi  setidaknya bagi saya , kata kata itu rasanya meluncur begitu saja dari bibir saya , dan tak di nyana , doa saya itu pun sangat bagus , komentar dari ibu ibu setelah selesai acara , seingat saya  doa tidak begitu banyak .. mungkin potongan bunyinya seperti ini 

" Ya Allah , sang penguasa segala Hati , sang pemilik segala Sumber Rezeki, Berkahkan Acara kami , jadikan Organisasi kami lebih baik kedepannya dengan kepengurusan yang baru "
" Ya Rabbi , jaga suami suami kami , lingdungilah  keluarga kami ya Rahman  , sehatkan anak anak kami , dan Selamatkanlah keluarga kami "

bait yang kedua itu sebenarnya masih panjang , tapi saya sudah tidak ingat sepenunya ,
"Jaga suami suami kami"  , ah , betapa indah menjadi seorang istri yang senantiasa mengabdi kepada suami , betapa indah kehidupan keluarga yang senantiasa memunajatkan keselamatan , keberkahan dan kesehatan dari Allah , betapa indah menjadi ibu yang Ikhlas beribadah dan mencintai keluarga karena Allah , karena itu merupakan Amanah Allah ..

Anggap saja saya berlebihan , doa seperti itu anggap saja sudah biasa , Tapi bagi saya , itu adalah doa pertama saya menggunakan kata " Suami Suami , anak anak " 
Biasanya yang saya sebutkan adalah Orang tua , adik adik saya , kakak kakak saya ., keluarga saya . tapi ini ada sosok baru dalam doa saya , yang saya cintai karena Allah , yang saya mohonkan keselamatannya kepada Allah , Belum belum , saya merasa beginikah Doa Seorang Istri ? aiihh .. kapan Doa doa itu benar benar menjelma dalam kehidupan Nyata saya ya rabb .. hehe.. Indah ,, saya Ingin :D

Allah ,, saya tahu Engkau melihat tulisan saya yang ini ..
dan saya tahu Engkau sedang tersenyum melihat saya menulis ini ..
Masihkah Lama Rabb ?? saya Harap dalam waktu yang sempurna , dalam waktu yang terbaik , dan tidak terlalu Lama .. AMIN .. 

Hmm.. Sore yang Indah .. Alhamdulillah :) 







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ketahuilah hai kamu
bahwa semua akan baik-baik saja, pada saatnya nanti.
Bahwa nanti aku dan tentu saja kamu  akan bersinar lagi, tertawa lagi,
menemukan hal-hal yang aku dan kamu senangi lagi
walaupun tidak dalam konteks kita 
Pasti tidak lama lagi.

Temukan orang yang sayang kepadamu,
sesayang aku dulu padamu,
dan kamu akan baik-baik saja.
Bahagia

Ajari dia cara menyayangi kamu, itu jangan kamu lewatkan lagi.
Seperti kamu melewatkan mengajari aku dulu.
Supaya dia tahu, bagaimana persisnya cinta yang kamu inginkan.
Buat dia memahami, tentang kebutuhanmu akan keleluasaan dan apapun yang lainnya,
karena aku gagal mengerti. atau kamu yang tak pernah melihat aku mengertimu

Temukan orang yang satu visi tentang cinta denganmu.
Karena kita tidak.

Karena untukku, saling menyayangi,
berarti saling membutuhkan,
dua pihak, permainan tim.
kalau sendirian, aku kewalahan.

Temukan orangnya, yang bisa memperlakukanmu lebih baik, lebih baik dari aku
sesuai dengan yang kamu inginkan.
Yang lebih dewasa, lebih sabar, dan punya ingatan yang lebih kuat.
Karena aku gagal mengerti itu. atau kamu yang gagal melihat itu dari aku

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Oleh Sapardi Djoko Damono

"Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama,
yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini,
kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu,
yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin
yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi
dan bibirnya di rambut, dahi dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya,
yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu,
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Rindu itu beban, yang menggelayut pada lengan detik. Enggan berputar. Dan waktu perlahan menghabisimu.
Rindu itu kobaran api, dan hanya kau yang bisa memadamkan
Rindu itu belantara, silahkan tersesat hingga kau menemukannya.
Rindu itu, susunan aksara yang tersimpan di kepala. Barisan kalimat yang menunggu menyusuri ruang dengarmu
Rindu itu sebilah pisau, perlahan mengiris hatimu selapis demi selapis. Hingga sampai ke ukuran tertipis.
Rindu itu nafas yang patah, menanti angin bisikmu untuk menyambungnya lagi.
Rindu itu segelas anggur, pengganti mineral agar sejenak bisa mengaburkan bayanganmu
Rindu adalah mesin waktu, mengembalikan aku pada kenangan tentangmu.
Rindu itu kelengahanku, kau bisa saja membunuhku saat itu.
Rindu, aku harap kau punya tanggal kadaluwarsa. Membatasiku, berhenti membayangkanmu.
Rindu itu, perkaraku dengan waktu. Saat kau hilang dari pandanganku.
Rindu itu batu nisanku, saat kau pergi membawa nafasku.
Rindu itu perjuangan, melalui badai waktu tanpa genggaman tanganmu.
Rindu itu sepi dan batasnya adalah segaris cakrawala senyummu yang tertangkap retinaku.
Kamu, debu terhebat dalam otakku. Dan rindu, menambah sulaman jaring laba-laba di sudut hatiku. Jadilah otak dan hatiku ini ruang kusam tempat bersarang rindu dan debu yang bernama memori. Mereka menunggu bayangmu untuk dinaungi.
Rindu itu 1sdm harapan, 2 sdm pilu, kau aduk bersama air kenangan. Dan kau telan dalam keadaan dingin.
rindu itu barisan doa, agar Sang pemilik waktu mendengar dan melindungimu kapanpun itu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

cinta adalah ketika kau selalu mengucap padanya “hati-hati” padahal kau sadar hatimu pun dibawanya pergi.

 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 

Tahukah engkau apa itu cinta?
Engkau menenggelamkan dirimu pada airmata...











"Ya Allah Yang Maha Pengasih, Hulu dan Muara dari segala cinta, Aku Berdoa, jika memang ada insan yang terbaik untukku, untuk agama dan penghidupanku, maka jodohkanlah kami dan berilah kemudahan dalam jalan-Nya, serta jagalah cinta itu hingga ia menjadi halal bagiku. Namun, jika belum ada yang terbaik untukku, untuk agama dan penghidupanku, maka jauhkanlah ingatan tentangnya hingga ke dada langit sehingga aku tenang karenanya dan tidak ada fitnah yang mendera".
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Dekat sini dekat denganku
Dekat pipiku
Dekat telingaku
Dekat rambutku
Dekat dadaku
Dengar debar jantungku. Dengar gerimis mericik di luar jendela
Duh, kelabu mengapa masih singgah di pertengahan  Juli ini  , Seperti resah yang menggelantungi
Seperti kata yang sudah basi. Hujan menghapus jejak, melarikannya ke selokan-selokan buntu
Membiarkanku kuyup dan bingung kelu. Maka dekatlah sini dekat denganku. Redakan gerimis yang di jiwaku
Uh .. Sialll !!!!
Hujan yang tak jua reda menahanku di Kota ini
Sedang aku hanya ingin berlari sekali , sekali saja Tuhan , Hingga Hilang sepi ini



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Please Find Me ...
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
aku melepasmu.. 
sama seperti aku menerimamu.. 
Karena Allah...


* Catatan lama yang kutulis di sebuah pembatas buku , 2 bulan yang lalu ... 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Rumah yang sederhana, khas bangunan lama . dibelakang komplek perumahan, masih dikelilingi pepohonan, seperti hutan, berjalan sedikit ketimur ada bukit tak terlalu tinggi tapi cukup sejuk menentramkan pemandangan disiang hari yang terik. Rumah tanpa pagar dengan lantai batu dan jendela teralis besi. dengan Gorden baru berwarna biru langit  bercampur putih.

Pada teras nya terdapat dua kursi kayu, dan pot pot yang berjejeran merekah ditangkainya Mawar mawar Kuning  , ruangan untuk tamu yang juga sederhana dengan kursi model lama dan meja yang rendah berbagi tempat dengan televisi, dan speker .Dua kamar disebelah kanan, berurut. Satu pintunya tertutup tirai.

Dua orang perempuan yang lebih muda dari pemilik rumah,menuruni kendaraan mereka dan bergegas masuk. Satu diantaranya berteriak “kakak, kami datang !!”
Hujan manghambur deras seketika, beruntunglah mereka berdua telah tiba.
Perempuan biasa berkulit sawo matang itu membukakan pintu, dengan celemek hijau menutupi tubuhnya. “wuihhh masak dia, asiiiikkkkk” “hemmmmm wangi nian kak”

Bergegas yang disebut tamu melangkahkan kaki menuju dapur, apa yang telah dimasak tuan rumah untuk mereka. Dapur yang lapang dengan dinding kayu, terkesan kosong hanya dengan meja berukuran sedang dan dua kursi lipat. Dapur basah dan rak piring berjajar pada dinding sebelah kanan.
Sayur kangkung tumis  di kuali, ikan goreng di atas meja beserta beberapa potong tempe. Tuan rumah melanjutkan mengupas kacang goreng, hendak membuat bumbu petisan.
Tambahan ruangan setelah dapur, tetap lebar dan berdinding kayu. Dua ember cucian yang sedang direndam, barang barang tak terpakai di pojok kiri dan sumur besar melangkapi ruang belakang dengan pintu teralis besi. Terlihat pepohonan diluar.

“abang mane ?? ” tanya salah seorang tamu
“begawe” sahut tuan rumah
“sabtu dak libur, aok’
“aok”
“kalo malem malem romantis ya kak, bedue bae. Banyak suara jangkrik pule.. Syahdu ey”
“iya donk” semunya memerah

Cinta yang sederhana,seperti bangunan rumah ini. tapi kakak terlihat sangat bahagia, bahagia pada dapur dan masakan yang seadanya, bahagia pada rendaman cucian yang menunggunya, Bahagia pada kembang kembang mawar yang mekar dihalaman, Bahagia pada pagi pagi bekerja yang tergesa, pada sabtu waktu mengurus rumah, pada minggu yang akan dihabiskan sepenuh nya berdua dengan abang.

Sederhana, seperti minim nya perabot dan kosong ruangan yang menunggu kumpulan uang untuk dibelikan barang. Seperi selembar kain merah yang menghias pintu tamu mereka, tanda pengantin baru bagi pemilik rumah.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kamu adalah hujan.
Dan aku adalah ranting-ranting pohon yang merindukan air. Hijau daun yang berubah kecoklatan. Akar yang menyusuri tanah mencari sumber air.

Kamu juga serupa kabut.
Yang menggantung di punggung bukit. Menyelubungi pohon pinus dengan keabu-abuan. Menghalangi pandangan dengan selaput tipismu.

Dan rasaku seperti samudera... Yah , Samudera ku ..
Membantuku mengarungi rindu. Menghempaskan-ku dengan gelombang yang sangat tinggi. Menenangkanku dengan riak ombak kecil yang berkejar-kejaran.

Lalu, lelahku menjelma seperti harta karun.
Yang terkubur di bawah pasir putih. Bau karat yang menipu, gembok terkunci erat dengan sempurna. Karena nyatanya tak pernah kutemukan lelahku untuk menggapai dirimu.

***

Maaf...
Untuk semua rasa yang merekat dengan sempurna di hatiku
Untuk kenangan yang tak pernah mampu kutebas dengan sempurna
Untuk air mata yang masih saja jatuh jika rindu ini menyergap
Untuk diamku
Untuk bersikap seolah menghindar dari sosok dirimu
Untuk luluh lantak yang seharusnya tak kurasakan
Untuk siluetmu yang tak pernah sanggup kuabaikan
"Maaf jika aku tak bisa menyembunyikan rindu yang telah menjelma cinta seutuhnya. Maaf juga aku tak bisa lari dari dirimu, karena hatiku telah kau kuras habis hingga ke akar-akarnya."
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

Seorang Isteri dan Ibu biasa biasa saja, Bekerja Sebagai Ibu Rumah Tangga dan Akuntan BUMN , Welcome to My Virtual Home :)

TIME

Ikuti Kami di Medsos Lain yah !

  • Apresiasi Sastra
  • Blog Puisi
  • dakwah Muslimah
  • facebook
  • Google+
  • instagram
  • My Facebook
  • pinterest
  • Tanya Jawab Masalah Islam
  • twitter
  • youtube

Categories

  • Cerita Kehamilan
  • Cerita Keluarga
  • FIKSI
  • Menuju Jalan Menyetia
  • TAMBAHKAN CINTA

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • November 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • December 2013 (1)
  • May 2013 (5)
  • April 2013 (1)
  • March 2013 (2)
  • December 2012 (2)
  • October 2012 (2)
  • September 2012 (2)
  • July 2012 (1)
  • April 2012 (1)
  • February 2012 (1)
  • December 2011 (1)
  • November 2011 (7)
  • October 2011 (1)
  • September 2011 (1)
  • August 2011 (1)
  • July 2011 (7)
  • April 2011 (1)
  • March 2011 (1)
  • February 2011 (1)
  • January 2011 (1)
  • December 2010 (3)
  • November 2010 (3)
  • October 2010 (3)
  • September 2010 (4)
  • August 2010 (13)
  • July 2010 (12)
  • June 2010 (24)
  • May 2010 (26)
  • April 2010 (32)
  • March 2010 (19)
  • February 2010 (7)
  • January 2010 (1)
  • December 2009 (3)
  • November 2009 (3)
  • July 2009 (1)
  • April 2009 (3)
  • March 2009 (20)
  • February 2009 (2)
  • January 2009 (1)
  • December 2008 (5)
  • November 2008 (11)
  • March 2008 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates