Powered by Blogger.

Pondok dan Halaman Tempat Bercerita :)

-Khairiah_p- Virtual Home

Ketahuilah hai kamu
bahwa semua akan baik-baik saja, pada saatnya nanti.
Bahwa nanti aku dan tentu saja kamu  akan bersinar lagi, tertawa lagi,
menemukan hal-hal yang aku dan kamu senangi lagi
walaupun tidak dalam konteks kita 
Pasti tidak lama lagi.

Temukan orang yang sayang kepadamu,
sesayang aku dulu padamu,
dan kamu akan baik-baik saja.
Bahagia

Ajari dia cara menyayangi kamu, itu jangan kamu lewatkan lagi.
Seperti kamu melewatkan mengajari aku dulu.
Supaya dia tahu, bagaimana persisnya cinta yang kamu inginkan.
Buat dia memahami, tentang kebutuhanmu akan keleluasaan dan apapun yang lainnya,
karena aku gagal mengerti. atau kamu yang tak pernah melihat aku mengertimu

Temukan orang yang satu visi tentang cinta denganmu.
Karena kita tidak.

Karena untukku, saling menyayangi,
berarti saling membutuhkan,
dua pihak, permainan tim.
kalau sendirian, aku kewalahan.

Temukan orangnya, yang bisa memperlakukanmu lebih baik, lebih baik dari aku
sesuai dengan yang kamu inginkan.
Yang lebih dewasa, lebih sabar, dan punya ingatan yang lebih kuat.
Karena aku gagal mengerti itu. atau kamu yang gagal melihat itu dari aku

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
aku seperti mengejar bayanganmu
yang tak pernah tertangkap
tetapi selalu menggantung di depanku


Katanya sih kalau orang kecewa itu rasannya luar biasa.
Bisa beri energi yang dasyat, bisa bikin kita overwork tapi merasa tidak lelah.

Identifikasi kecewa itu selalu jelek bagi orang orang . Untuk saya, identifikasinya tragis.
Perjuangannya menjadi seolah sia-sia.
Apa yang telah terjadi buyar dan untuk dia tidak ada arti.
Saya tidak akan menyeret perasaan saya lebih jauh lagi samudera 
Kecewa juga ada batasnya.
Seperti layaknya sabar.

Saya berjanji, kepada saya sendiri.
dan tentu kepadamu, yang pernah kukasihi.
Bahwa saya tidak larut dalam tidur panjang yang menina bobokan rasa  kecewa saya.
Bahwa kecewa saya ini akan jadi tombak hidup saya yang baru. Tombak perjuangan saya.

Hidup saya, yang lagi-lagi bukan tentang kamu.
Hidup saya, yang saya perjuangkan sekarang untuk saya dan dunia.
Tentu dunia saya. Dimana mungkin masih ada lima sampai sepuluh orang yang tulus menyayangi saya.

Bukan tentang kamu,
kamu yang selalu menganggap saya kecil, ah , mungkin kamu juga sudah lupa nama saya
Kuman yang tidak berarti apa apa , dan tak perlu sebenarnya ada dulu dalam hidup kamu.
Kamu yang besar dimata saya, saya yang kecil di mata kamu.
Yaaa,
memang kisah ini dulu tentang kamu,
kamu yang sangat saya sayangi.

Dan kini tidak lagi.
Ini kisah tentang saya menaklukkan hidup.
Perjuangan saya. Penderitaan saya, harapan saya.

Bukan kamu.
yang sampai detik ini, kalau saya laki laki , Ingin sekali saya menonjokmu . ah saya memang perempuan dan  kamu masih bisa membuat saya ingin menangis hingga detik ini .
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Saya awali posting-an ini dengan senyum emoticon
20 tahun sudah  saya hari ini  , 19 Tahun telah saya tinggalkan , dia akan jadi sejarah. jadi catatan saja. dan tidak akan kembali.
kenapa saya sedih, ya? padahal, 19 Tahun  adalah tahun penuh keluh kesah, penuh jalan terjal, penuh air mata, penuh perpisahan. seharusnya saya senang 19 Tahun  berakhir. karena setidaknya, saya sudah berhasil menjalaninya dengan (ehm,) baik... "Alhamdulillah "
19 Tahun , saya melakukan hal ternekat dalam hidup saya. saya bahkan tidak percaya saya bisa sejauh itu. walaupun hasilnya menyedihkan, tapi setidaknya saya tau. saya punya keberanian untuk mencoba hal besar itu dan saya berhasil menerima kegagalan itu.

19 Tahun , saya akhirnya tau arti sejati dari merindu ibu , keluarga , ketika mereka sakit , dan saya jauh
19 Tahun , saya akhirnya tau arti jatuh cinta dan Patah hati disaat bersamaan * Sihiy
19 Tahun , saya akhirnya tau Tuhan tidak mau saya mengintip-intip catatannya. katanya, baru boleh saya baca setelah dia yakin saya siap.
19 Tahun , saya tau bahwa saya punya teman2 yang luar biasa.
19 Tahun , saya tau bahwa bergerak adalah berkah.
19 Tahun , saya tau bahwa perjalanan hidup ini  masih sangat  panjang.
19 Tahun , saya tau bahwa saya sangat beruntung. walaupun sepanjang perjalanan 19 tahun isinya keluh-kesah semua. ya,19 Tahun adalah keluh kesah. dan dari luar saya keliatan seperti pecundang yang tidak punya apa-apa. tapi di dalam, lahir seorang yang baru. dan kelahiran itu amat membahagiakan saya.

sebab itu, saya sedih saat tau 19 Tahun  akan berakhir. sebab ia adalah pilu yang mendidik saya jadi orang yang lebih baik. 
19 Tahun  adalah guru terbaik. terima kasih untuk 19 Tahun dibiarkan menghirup Oksigen dan menjalani takdirmuTuhan.

dan saya akhiri postingan ini dengan sedikit airmata haru.
19 Tahun , terima kasih banyak ya.
untuk hujan yang lembab itu, untuk Bos saya yang galak , Untuk Samudera yang pernah ada dihati saya , untk kesehatan Orang tua saya , untuk teman2 itu, untuk sajak-sajak itu, untuk malam-malam susah tidur itu, untuk  Luka itu , makasih banyak ya..
emoticon

Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Rindu yang menyeret tanganku
Untuk menggarap sajak ini
Dimana namamu
Masih membabi buta
Terselip di antara baitnya
Menyisip di antara hurufnya


Rindu yang memaksaku
Menulis sajak ini
Ketika sebuah kata
Merangkak dari dasar dada
Memanjat kerongkongan
Dan terhenti di sana


sebuah kata yang entah bagaimana bunyinya
sebuah kata yang entah bagaimana cara membacanya
tersangkut di kerongkongan
membusuk di sana


padahal sudah ku cambuk mulutku 
agar bisa ucapkannya
tapi, malah air dari mata yang mengalir
kau bilang
yang paling sakit adalah sepi
sini! masih merindumu !
rasanya lebih brengsek dari sepi yang kau bilang itu!


tapi sebuah kata
yang entah bagaimana membacanya
yang entah bagaimana mengucapkannya
yang entah bagaimana mengertikannya
tersangkut di kerongkongan
padahal, kata itu
adalah wakil yang jelas
dari seribu sajakku untuk mu!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Aku sibuk menahan diri
Untuk amarah yang membuncah
Untuk ketidakpuasan pada keadaan
Untuk tangis yang memaksa menyeruak
Aku sibuk menahan diri
Agar tak terjatuh
Agar tak hancur berkeping-keping
Agar tak tergerus oleh perasaan
Aku sibuk menahan diri
Untuk kamu, demi kamu
Tapi berulang kali aku gagal
Aku terlalu rapuh jika berhadapan denganmu

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Assalamu alaikum Samudera ..
Semoga Allah mengampuniku , Tetapi biarkan aku berkata jujur sekali ini , Sebab setelah ini sudah tak sanggup lagi , Ketika perasaan dibenturkan dengan kewajiban dan janji kepada Allah .. 
Apa Kabar ??
Bagaimana Hidupmu ??
Kamu tahu, hidupku semakin tidak mudah . Takdir masih mencandaiku. Apa yang kau lakukan sebenarnya ? Mengapa kau tetap bergeming dikepalaku dan tak hendak pergi ?
Bukankah sudah kupersilahkan padamu untuk terbang mengawan ? Jujur , aku takut. Sepuluh atau dua Puluh tahun lagi kedepan aku tak muda lagi. Apa yang akan kualami nanti ?
Apakah tidak ada perubahan dan dunia begitu menyesakkan ? Sepuluh atau dua puluh tahun lagi kamu tetap menjejali otakku, seperti saat saat ini ?

Apa kabarmu Hari ini ?
Masihkah sendu matamu itu ? Aku tahu kau tak akan terganti. Sekuat apapun aura kedatangan orang baru pada hidupku, kamu akan selalu menang, seperti saat ini. 

Katakan padaku , bagaimana hidup ini mesti kujalani ? kau tanya apakah aku lelah ?
Ya, aku lelah , Balakangan lebih lebih. ketika aku sadar aku tak remaja lagi . aku pun akan menua.
Tidak lagi menunggumu , Tapi aku benar benar akan menua. Aku mulai ketakutan karena semakin jauh dari masa masa itu. 

Semakin jauh dari waktu ketika aku merasa memilikimu, Meski aku tak pernah memilikimu 
Sekarang , Tanpa menyalahkan apapun , aku kehilangan semua kata katamu. Tidakkah kupenting bagimu ? Pernahkah kau memikirkan sedang apa aku hari ini ? Sementara setiap malam kau mendatangi mimpiku , aku menangis. 

Aku merasakan kehadiranmu, saat itu. Aura hatimu , senyum surgamu, Bahkan setelah aku tak lagi berharap untuk bertemu, aku tetap menginginkan auramu. berharap kamu mampir sejenak dibunga tidurku. Sejenak saja , dan itu sudah cukup membuatku menangis. Setelah dunia ini, kita tetap akan menyatu . Lalu dimana aku bisa menemuimu?. 
semakin aku rasanya pernah memiliki , semakin keras rasanya kehilangan . Jadi mana yang lebih baik ?

ini bukan tentangmu , melainkan aku ,
Kau tahu , tiba tiba aku mengkhawatirkan masa depanku. sesuatu dulu yang tidak pernah kupikirkan. Dimana kau pada masa depanku ? Ketika kita telah semakin menua dan lemah. Dimanakah kau pada waktu itu ? Masihkah kau akan memberikan senyummu ?

Tiba tiba aku ketakutan akan kehilangan pegangan , Kali pertama setelah begitu jauh langkah kakiku dan aku tak pernah ragu untuk berhenti. Tiba tiba aku begini rapuh dan berharap kamu ada disini. Menatapku, Mengetahui aku, Memahami apa yang ada dibenakku.

Masih benarkah aku ingin mendengarkan suara hangatmu ?  meluruhkan segala resahku. Mungkin sudah tidak lagi. Atau mungkin tidak pernah aku memiliki hak untuk itu. 
Yang pasti aku begitu merindukanmu .. berkeinginan merengkuh tanganmu. menangis dipelukmu. 

Bisakah ? tentu saja tidak .. kau pun pasti akan menolak 

Mungkin ini waktuku untuk melangkah lagi, Entah untuk apa , Entah untuk siapa. Yang pasti bukan untuk diriku. kau bawa pergi semua kesempatanku untuk bahagia sebenar benarnya. aku menua dengan rasa yang tersisa. Mungkin aku akan membaginya dengan orang orang. Aku akan sisakan sedikit untuk tetap mengingatmu. 

Bukan mauku, Tapi memang takdir ini mengharuskanku , begitu kuat. Kau begitu kuat samudera  ..
Aku sangat rindu .... 
sangat ingin mendengar hangat suaramu ...
Seperti dulu ... 

Sekali lagi , semoga Allah mengampuniku .
Aku percaya tidak ada yang kebetulan samudera  , bertahannya perasaan ini , ada yang telah menjadi sutradaranya , dan aku tetap masih percaya , semua sudah direncanakanNya , Dia lah perencana terbaik .. 
Juga aku akan tampak selalu tersenyum , seperti pintamu padaku , Karna aku Tahu , Allah mencintai aku lebih dari yang aku perlu ... 

Wassalamu alaikum ...





* Save as Draft ....
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Aku tak pernah berfikir mencintaimu , Walau Cuma sekejap , Tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang berbalik , Aku mencintaimu sejak kali pertama , Saat lembut sapamu terucap , dan mata lugumu menggugat. Tanpa kusadari lajunya , Mengurungku dengan cinta satu satunya. Kubela tanpa aku harus bertanya tanya . Bukankah cinta juga tak membutuhkan satu alasan , meski hanya satu huruf ?? Sepertinya iya !!!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Barangkali,kepanikan yang melanda dirimu
hanyalah serupa gerhana
yang melintas sekilas
lalu pergi meninggalkan sebaris jelaga di hatimu
bersama tangis getir disepanjang jejaknya
Sementara dia, yang berjarak dengan rindu padamu
tersenyum sembari membawa cahaya musim semi
meninggalkan sisa luka di tepian batinmu
dan airmata yang mengalir di sepanjang sungai kenangan
serta rasa sesal pada harapan dan cinta
yang telah kau semai diam-diam di ladang impian
"Barangkali",katanya lirih,"tempatku pulang,
ada disana dan bukan disini"
Dan rona merah jambu diwajahmu sontak berubah
jadi selaksa awan kelam
yang luruh satu-satu menjelma benang-benang hujan
menggenangi palung jiwamu yang mendadak rapuh
dan lunglai tanpa daya
"Tempatnya berlabuh seharusnya pada dermaga ini," tuturmu sedih
bersama embun yang meruap perlahan
dan impian lumat dalam gigil menggetarkan
yang membingkai selasar hatimu
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar


Bulanan pagi tanpa suaramu menyapaku.

Mungkin aku merindukan suara pagimu. Suara saat kau baru saja terbangun dari tidur, berkombinasi dengan suara jarak jauhmu dari seberang telepon. Suara tak merdu yang kau keluarkan. Hanya lenguhan tak bermakna dan juga sapaan “Selamat pagi!”....


'Cause I love the way you say good morning.

And you take me the way I am.

(Ingrid Michaelson – The Way I am)


Seharusnya pagi menjadi awal bagi hari yang baru. Tapi yang mungkin tak pernah kamu pahami, bagiku pagi selalu menjadi hari yang baru TANPA KEHADIRANMU.

Lalu bayangkan, pagi ini aku terbangun tanpa suaramu. Harusnya aku sudah terbiasa dengan kehilangan ini. Tapi nyatanya aku seringkali terbangun dan melongok telepon genggamku. Nihil. Tak ada pesan singkat ataupun panggilan tak terjawab darimu. Bahkan refleks-ku pun seperti berkomplot menghancurkan pagiku.

Masih sering, kubuka mataku dari tidur dan kemudian secara refleks memencet nomormu. Di tengah jalan, aku tersadar bahwa itulah hal yang tak boleh kulakukan kembali. Lalu dengan sempurna, rusaklah pagiku…

Entahlah, apa kau juga merasakan apa yang kurasakan. Ketika rutinitasmu direnggut tiba-tiba. Ketika kau tak lagi bisa melakukan apapun yang ingin kau lakukan. Kamu tahu? Rasanya tersiksa… Menahan jemariku untuk tak lagi mengirimkan pesan singkat bagimu, apalagi memencet nomer telepon genggammu untuk mendengarkan suaramu.

Nyatanya, setiap pagi aku harus berusaha memberi rentang yang sangat lebar bagi kita berdua. Rasanya? Seperti ingin berlari namun kakimu terikat dengan sangat kuat. Lalu tubuhmu dibebat dengan kain dengan sangat kencang. Sakit. Tak bisa bergerak dengan bebas.

Senja ini, aku masih saja bertanya tentang pagi-pagiku tanpamu. Ketika pagi seakan menghancurkanku dan senja justru menghadirkan rindu bagiku. Satu pertanyaan untukmu, tak dapatkah kamu kembali sejenak samudera ? Kembalikan hati yang kau bawa pergi, karena aku menjadi hampa tanpanya…
(Allah .. Dekap aku ... Karna Engkau penyedia dekap sejati )
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar



Samudera ....
Semalam saya bermimpi tentang kamu. Mimpi aneh. Pertemuan kita kembali di suatu masa yang bertajuk entah.
Kamu tampak begitu keriput dan saya masih tampak begitu muda.
Saya memelukmu erat sekali, tidak ingin melepasmu lagi barang sebentar. 

Lalu kamu berbisik ‘Maafkan saya,’
Saya merindukanmu. Amat sangat. Karena kamu adalah sebagian dari diri saya. 
Kehilanganmu berarti kehilangan separuh dari diri saya. Samudera, kenapa untuk bersamamu saya harus bermimpi dulu? Masihkah saya jadi tumpuan terakhir kemanjaanmu?


Hanya hening yang tersisa. Kamu benar-benar pergi terlalu jauh… 

( Terkurung dalam luasnya Samudera)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

Seorang Isteri dan Ibu biasa biasa saja, Bekerja Sebagai Ibu Rumah Tangga dan Akuntan BUMN , Welcome to My Virtual Home :)

TIME

Ikuti Kami di Medsos Lain yah !

  • Apresiasi Sastra
  • Blog Puisi
  • dakwah Muslimah
  • facebook
  • Google+
  • instagram
  • My Facebook
  • pinterest
  • Tanya Jawab Masalah Islam
  • twitter
  • youtube

Categories

  • Cerita Kehamilan
  • Cerita Keluarga
  • FIKSI
  • Menuju Jalan Menyetia
  • TAMBAHKAN CINTA

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • November 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • December 2013 (1)
  • May 2013 (5)
  • April 2013 (1)
  • March 2013 (2)
  • December 2012 (2)
  • October 2012 (2)
  • September 2012 (2)
  • July 2012 (1)
  • April 2012 (1)
  • February 2012 (1)
  • December 2011 (1)
  • November 2011 (7)
  • October 2011 (1)
  • September 2011 (1)
  • August 2011 (1)
  • July 2011 (7)
  • April 2011 (1)
  • March 2011 (1)
  • February 2011 (1)
  • January 2011 (1)
  • December 2010 (3)
  • November 2010 (3)
  • October 2010 (3)
  • September 2010 (4)
  • August 2010 (13)
  • July 2010 (12)
  • June 2010 (24)
  • May 2010 (26)
  • April 2010 (32)
  • March 2010 (19)
  • February 2010 (7)
  • January 2010 (1)
  • December 2009 (3)
  • November 2009 (3)
  • July 2009 (1)
  • April 2009 (3)
  • March 2009 (20)
  • February 2009 (2)
  • January 2009 (1)
  • December 2008 (5)
  • November 2008 (11)
  • March 2008 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates