Jumat, Juli 8

tertoreh

“Maaf jika aku tak bisa menyembunyikan rindu yang telah menjelma cinta seutuhnya. Maaf juga aku tak bisa lari dari dirimu, karena hatiku telah kau kuras habis hingga ke akar-akarnya.” -Moammar Emka-

Akan  selalu ada yang hilang dari hati
Ketika kau masih saja merambasi kenangan kenangan itu
Menilik kebelakang , menyapu jalan , menjinjiti sampah
Akan selalu ada riak seperti tersiram  garam pada luka terbuka
Sangat pedih selalu seperti itu

Kau Cuma mau melihat apa rasa itu masih ada katamu  ?
Hai bodoh
Sudah kau tahu jawabannya kan ?
Rasa itu masih ada
Riak riak perasaan itu masih ada ?
Kau mau apakan ?
Bunuh saja dia … tikam ujungnya , biarkan berdarah darah ..

Kau lihat lagi dan kau putar lagi memorinya
Mau sampai dimana  perasaan itu tetap kau biarkan tercabik cabik
Hah ?
Semuanya sudah sempurna buat dia sekarang ?
Lantas buatmu ?
Kau masih saja bagai onggokan  rapuh setelah kau ditinggalkannya
Tolong yakin kan aku , ini bukan apa apa , tolong yakinkan , bahwa dia bukan apa apa
Tolong jangan lihat lagi kebelakang , tumpuk saja semua dibagian yang telah tertingal itu
Lalu segeralah mencari tempat baru
Bukankah kau  juga ingin menikmati pemandangan yang sempurna
Merasakan kakimu menjejak nyata dengan kesempurnaan itu ?
Kau harus beranjak
Segera bergerak
Harus 
tanpa tapi 

(Allah .. Dekap aku ... Karna Engkau penyedia dekap sejati )

2 komentar:

Sarah Mutia mengatakan...

ayeyeyeye....akir-a ada yg baru lagi dr s key ku ini... :D

khairiah Panggabean mengatakan...

hanya merancau di sela waktu yang sangat padat ini tizz hehehe , rasanya melegakan :))